PENTINGNYA PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK
Abstract
Abstrak: Mendidik merupakan tanggung jawab yang wajib digarap oleh orang tua sebagai pendidik yang pertama dalam keluarga dan bertanggung jawab dihadapan Tuhan, orang tua tidak dapat membenarkan kerja keras sebagai alasan kurangnya pendidikan anaknya dan menganggapnya sebagai tugas dan tanggung jawab sekolah. Keluarga merupakan sebuah masyarakat kecil yang didalamnya terdiri dari anggota individu yang saling melengkapi. Metode pembahasan dalam tulisan ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan membaca dari beberapa sumber bacaan, mengeksplorasi dari berbagai jurnal, buku. Masalah yang diangkat dalam artikel ini adalah peranan orang tua dalam mendidik anak? Bagaimana orang tua memberi kesempatan untuk melihat anak memilih minat dan bakatnya?. Hasilnya 1. Orang tua harus mendampingi, mengawasi, mengarahkan dan membimbing, mendorong dan memberikan motivasi. 2. Memberikan kesempatan sebaik dan sebagusnya pada anak untuk menghasilkan minat serta kecakapan- kecakapan yang lain serta menekan anak biar berharap bimbingan dan nasehat pada guru. Sajikan informasi- data berarti dan relevan yang sesuai dengan keahlian dan minat anak. Sajikan alat atau perlengkapan belajar serta membantu kesulitan belajarnya.
Abstract: Educating is a responsibility that must be worked on by parents as the first educators in the family and responsible before God, parents cannot justify hard work as the reason for their child's lack of education and regard it as the duty and responsibility of the school. The family is a small community in which it consists of individual members who complement each other. The method of discussion in this paper uses a descriptive analytical method by reading from several reading sources, exploring from various journals, books. The problem raised in this article is the role of parents in educating children? How do parents give the opportunity to see children choose their interests and talents? The results 1. Parents must assist, supervise, direct and guide, encourage and provide motivation. 2. Provide the best possible opportunity for children to discover interests and other skills and encourage children to ask teachers for guidance and advice. Provide important and relevant information according to children's talents and interests. Provide facilities or learning tools and help with learning difficultie.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Al-Amin Irfan Muhammad. 19 Januari 2022. “Motivasi adalah Hasrat Atau Dorongan”, Katadata, https://katadata.co.id/safrezi/berita/61e8000dee36c/motivasi-adalah-hasrat-atau-dorongan-berikut-penjelasannya
Anak Sebagai Generasi Penerus,” Jurnal Stindo Profesional V, no. 1 (2019).
Anuraga Hangesti Hening. 2019. Peran Orangtua dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Usia 6-12 Tahun (Studi pada Program Home Visit di Homeschooling Sekolah Dolan Malang, Jurnal Visi Ilmu Pendidikan 7, No.3.
Arifin. 1992. Pokok-pokok Pemikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama, Jakarta: Bulan Bintang.
Arti kata peran KBBI.
Cahyono Agung, “Pengertian Mendidik”: http:/www.smanjatilawang.sch.id/read6konsep-merdeka-belajar-menurut-ki-hajar-dewantara. Diakses 5 februari 2023.
Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1990. Balai Pustaka, Jakarta.
Departemen Penididikan & Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1988. Jakarta, Balai Pustaka.
Dirman.2014. Pembelajaran yang mendidik. Jakarta, Rineka Cpita.
Jailani M Syahran. 2014. Teori Pendidikan Keluarga Dan Tanggung Jawab Orang Tua Dalam Mendidik Anak Usia Dini, Nadwa | Jurnal Pendidikan Islam 8, no.2
Jonathan Wantoro, “Agape Sebagai Landasan Learning Live Together untuk Mengembangkan Karakter Individu, Keluarga, dan Masyarakat”, Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 2 No. 2 (Oktober, 2021):223.
Lestari Sri. 2012. Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai Dan Penanganan Konflik Dalam Keluargan. Jakarta: Kencana.
Pendidikan Anak Usia Dini,” Nadwa | Jurnal Pendidikan Islam 8, no. 2 (2014).
Prawono Yanwar. 2013. Desain Model Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Bagi Anak. Jakarta: Kencana.
Purwanto M. Ngalim. 2009. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, (PT Remaja Rosdakarya, Bandung. SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 1, no. 2. 2020.
Sitiatava Rizema Putra. 2016. Metode Pengajar Rasulillah saw, (Yogyakarta: DIVA Press.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: CV Alfabeta.
Tampubolon Paruhuman. 2007. Peran Orang Tua Kristen Dalam Proses Pendidikan Nilai Bagi Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang perlidungan anak, Jakarta: Visimedia.
W.J.S. Poerwadarminta. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Balai Pustaka: Amirko.
Walgito Bimo. 2003. Pengantar Psikologi Umum, Yogyakarta: Penerbit Andi.
Yasin Musthofa.2007. EQ Untuk Anak Usia Dini dalam Pendidikan Islam Yogyakarta: Sketsa.
DOI: https://doi.org/10.59404/ijce.v2i3.134
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 Inculco Journal of Christian Education

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Our Journal has been Indexed by:
MEMBERSHIP:

MEDIA SOSIAL :
Inculco Journal of Christian Education by Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
Based on a work at http://e-journal.stakanakbangsa.ac.id/index.php/ijce/index.
View My Stats


<img







