IMPLEMENTASI MATIUS 28: 18-20 DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BAGI REMAJA
Abstract
Pada era kemajuan teknologi seperti pada masa milenial seperti sekarang banyak pemuda Kristen yang cenderung bersikap egoisentris dan tidak lagi menyadari akan tugas dan panggilannya sebagai orang Kristen yaitu untuk melakukan Amanat Agung Kristus. Maka, penulis melihat bahwa generasi Kristen perlu disadarkan kembali akan tugas dan tanggungjawabnya melalui Pendidikan Agama Kristen, sehingga peserta didik Kristen dapat merefleksikan kehidupan Kristiani dalam keseharian dan mampu melaksanakan fungsinya sebagai generasi Ilahi yang mewartakan Kristus melalui keteladanan hidup dengan pembelajaran di dalam kelas menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah.
In the era of technological advancement, such as in the millennial era, like now, many Christian youths tend to be selfish and no longer aware of their duties and calling as Christians, namely to carry out the Great Mandate of the Lord Jesus Christ. Thus, the author sees that the Christian generation needs to be made aware of their duties and responsibilities through Christian Religious Education, so that Christian students can reflect on Christian values in their daily lives and are able to carry out their functions as a Divine generation who proclaim Christ through exemplary life by learning in in class using problem-based learning strategies.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Arie de Kuiper, Misiologia (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993).
Arum Faiza, Sabila J. Firda, dkk, Arus Metaformosa Milenial, (Kendal: Ernest CV. Achmad Jaya Group. 2018).
Bible Work.
B. S. Sijabat, Pengajar Secara Profesional, (Bandung: Kalam Hidup, 2009).
B.S. Sidjabat, Strategi Pendidikan Kristen (Yogyakarta: Andi Offset, 1994).
Data riset tentang aksi bullying yang terjadi di kalangan pelajar di kota Solo (https://radarsolo.jawapos.com/read/2020/08/14/209116/viral-video-bullying- kekerasan-siswi-smp-9-pelaku-dibina-unit-ppa).
Denny Pratama, “Karakteristik Perkembangan Remaja,” Jurnal Edukasimu, no. 03: 2021.
E.G. Homrighausen & Enklaar, Pendidikan Agama Kristen, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2013).
Elaine B. Johnson, Contextual Teaching & Learning menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna (Bandung: MLC. 2009).
Fredik Melkias Boiliu & Yunardi Kristian Zega, “Orangtua dan Guru Sebagai Pengembang Misi Melalui Pendidikan Agama Kristen” Jurnal Shanan, no. 1 (2022): 77.
Gernaida KR Pakpahan, “Karakteristik Misi Keluarga dalam Perspektif Perjanjian Lama,” Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral, no. 1 (2020).
Haposan Silalahi, “Bermisi dalam Aksi: Kajian Teologi Misi Gereja terhadap Perwujudan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia,” Te Deum Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan 10, no. 1 (2020).
Harianto G.P., Teologi Misi (Yogyakarta: ANDI, 2017).
Hasan Susanto, Perjanjian Baru Interlinier Yunani-Indonesia dan Konkordansi
{erjanjian Baru Jilid II (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2006).
Hasudungan Simatupang, dkk, Pengantar Pendidikan Agama Kristen (Yogyakarta: ANDI, 2020 )
John Dewey, Ivan Illich dkk, Menggugat Pendidikan: Fundamentalis-Konservatif- Liberal-Anarkis (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015).
Lefudin, Belajar dan Pembelajaran (Yogyakarta: Deepublish. 2017).
Levi Arnando, “Misi dan Teknologi: Eksegese terhadap Injil Matius 28:18-20 dan Implikasinya Bagi Pelayan Tuhan dalam Era 4.0” Jurnal Matetes, No. 01: 2020.
M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan: Teoritis dan Praktis (Bandung: Remadja Karya, 1988).
M. Taufiq, Inovasi Pendidikan Melalui problem Based Learning (Jakarta: Kencana. 2009).
M. Muis, Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah: Teori dan Penerapannya
(Gresik: Caremedia Communication. 2020).
Novi Hadita Larasati, Pengertian Remaja Menurut Para Ahli dan WHO (https://www.diadona.id/family/pengertian-remaja-menurut-para-ahli-dan-who- 200530i.html), diakses pada Kamis, 20 Agustus 2020.
Pernyatan Akhmad Sudrajat, seorang praktisi pendidikan di Kaugede-Kabupaten Kuningan pada laman wordpress miliknya (https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/masalah-pada-masa-remaja/) diakses pada Kamis, 20 Agustus 2020.
Remelia Dalensang, Melky Molle, “Peran Gereja dalam Pengembangan Pendidikan Kristen bagi Anak Muda pada Era Teknologi Digital” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja, no. 02, 2021.
Retno Kuning. Strategi pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Jurnal Ilmiah Guru. Nomor 02. November 2012.
S. Nasution, Pengembangan Kurikulum (Bandung: Citra Aditya Bakri, 1990).
Sutrisno Hadi, Metode Penelitian, 2nd Ed (Yogyakarta: Andi Offset, 2011).
Syafril & Zelhendri, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan (Depok: Kencana, 2017).
Syukurman Zebua S.Pd.K., M.Pd.K, Sibernetik Dalam Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, ( Jawa Tengah: Lakeisha, 2020).
Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: Prenadamedia Group. 2008).
Yakub Tomatala, Penginjilan Masa Kini 1 (malang: Gandum Mas, 2004)
DOI: https://doi.org/10.59404/ijce.v3i1.138
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2023 Inculco Journal of Christian Education

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Our Journal has been Indexed by:
MEMBERSHIP:

MEDIA SOSIAL :
Inculco Journal of Christian Education by Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
Based on a work at http://e-journal.stakanakbangsa.ac.id/index.php/ijce/index.
View My Stats


<img







