KARAKTER GURU SEBAGAI PEMBIMBING KEROHANIAN MENURUT MAZMUR 25:1-22 DI ANTARA SISWA-SISWI SMP KRISTEN BETHEL SULUNG 3 SURABAYA

Frista Esterine Patodo, Resa Junias Putra

Abstract


Abstrak: Teachers have a very important role in the process of student development at school, one of which is in the teaching and learning process of children. The role of the teacher, apart from being a parent in the school, should also pay attention to the growth and development of students by providing direct guidance to students. One of the guidance that can be done by a teacher to improve student development is spiritual guidance. Spiritual guidance is needed for all students, so that students cannot understand God's word, the best spiritual lesson is a demonstration of life. When the disciples understand God's words, they will understand how to act in their lives, to do good things and stay away from bad things. That is the function of spiritual guidance to students at school. How important it is to cultivate an attitude of mutual love among themselves and an attitude to fear God, this is the most important thing in conducting spiritual guidance to students at school. It is at this time that the task of a teacher is important to be an example and guide for students so that students do not lose the image of God in the life they are living.

Abstrak: Guru memiliki peran yang sangat penting dalam proses perkembangan murid di sekolah, salah satunya adalah dalam proses belajar mengajar anak. Peran guru selain sebagai orang tua dalam sekolah, juga patut memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan murid dengan memberikan bimbingan secara langsung kepada murid. Salah satu bimbingan yang dapat dilakukan oleh seorang guru untuk meningkatkan perkembangan murid adalah bimbingan rohani. Bimbingan rohani diperlukan bagi semua murid, agar para murid dapat mengerti tentang firman Tuhan, bimbingan rohani yang terbaik adalah suatu demonstrasi mengenai sebuah kehidupan. Disaat para murid mengerti arti sebuah kehidupan dan menerapkan firman Tuhan dalam hidup mereka, maka mereka akan mengerti bagaimana bertindak dalam kehidupan mereka, untuk melakukan hal yang baik dan menjauhi hal yang tidak baik. Itulah fungsi dari bimbingan kerohanian pada murid-murid di sekolah. Bagaimana pentingnya menumbuhkan sikap saling mengasihi antar sesama mereka dan sikap untuk takut akan Tuhan, hal inilah yang paling penting dalam melakukan bimbingan rohani kepada murid-murid di sekolah. Disaat inilah tugas seorang guru penting untuk menjadi teladan dan pembimbing bagi para murid sehingga para murid tidak kehilangan gambar Allah dalam hidupnya yang sedang mereka jalani.


Keywords


Character, Teacher, Mentor, Spirituality, Students.

Full Text:

PDF PDF

References


Rizali, Ahmad, Indra Djati Sidi dan Satria Dharma. Dari Guru Konvensional menuju Guru

Profesional. Jakarta: PT Grasindo, 2009.

Subagyo, Andreas B. Pengantar Riset Kuantitatif dan Kualitatif: Termasuk Riset Teologi

dan Keagamaan. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2004.

Hill, Andrew E. dan John H. Walton. Survei Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas,

Lie, Anita, Takim Andriono dan Sarah Prasasti. Menjadi Sekolah Terbaik. Jakarta: Tanoto

Foundation, 2014.

W, Baker. The complete word study dictionary : Old Testament.Chattanooga, TN: AMG

Sugono, Dendy (PemRed). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama, 2014.

Satori, DJ. Jam’an. Metode penelitian Kualitatif . Bandung: Alfa Beta, 2012.

Stamps, Donald C. Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan. Malang: Gandum Mas, 1994.

Mulyasa, E. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002.

Brown, Gordon B. Menuntun Para Guru Mencapai Keunggulan. Surabaya: ASCI, 2009.

Hendricks, Howard G. Mengajar untuk Mengubah Hidup. Yogyakarta: Yayasan Gloria,

Wonohadidjojo, Ishak S. Panduan untuk Guru-guru Sekolah Kristen. Surabaya: ACSI

Indonesia, 2005.

Moleong, J Lexy. Metode penelitian Kualitatif . Bandung: Remaja Rosdakarya, 1993.

Asmani, Jamal Ma’mur. Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif. Yogyakarta:

DIVA Press. 2009.

Martin dan Deidre Bobgan. Bimbingan berdasarkan Firman Allah. Bandung: Yayasan

Kalam Hidup, 1985.

Yamin, Martinis. Strategi dan Metode dalam Model Pembelajaran. Jakarta: Referensi

Rahman, Muhammat & Sofan Amri. Kode Etik Profesi Guru. Jakarta: Prestasi Pustaka

Hamalik, Oemar Hamalik. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara,2001.

Soetjipto dan Ralis Kosasi. Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta, 2011.

Suyanto dan Asep Jihad. Menjadi Guru Profesional. Jakarta: Esensi Erlangga Grup, 2013.

Suyanto. Pendidikan Karakter Teori & Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta 2010.

Tomatala, Yakob. Kepemimpinan Yang Dinamis. Jakarta: YT Leadership Foundation,




DOI: https://doi.org/10.59404/ijce.v1i2.22

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Inculco Journal of Christian Education

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 Our Journal has been Indexed by: 

     

                                                                                                                                                                                                                                        

MEMBERSHIP:


MEDIA SOSIAL :


 

                                                                                                                                                                                                                                         

Lisensi Creative Commons

Inculco Journal of Christian Education by Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0  

Based on a work at http://e-journal.stakanakbangsa.ac.id/index.php/ijce/index.

 

View My Stats